Selasa, 25 Juni 2013

My Lovely Hometown 
Last holiday, i back home, i toke my holiday to visit my Hometown. I was born in small village in Wonosobo . Exactly in Tambimalang Depok Kalibawang. Tambimalang is small village, but I will miss my village when I should stay in Yogyakarta so long. 
   I toke picture with my nephew , and I like it.

To be continued


Kamis, 04 April 2013

HASIL DISKUSI ASSURE MODEL KELAS G KELOMPOK 6

DESAIN PEMBELAJARAN ASSURE MODEL
SMP AL-MUALIMIN YOGYAKARTA

A. DEFINISI ASSURE MODEL
Pada masa sekarang ini guru atau oengajar harus menghadapi tantangan bagaimana mengajar dengan baik, bagaimana mengajar agar siswa tidak bosan, dan yang terpenting adalah bisa diterima oleh siswanya. Tentu ini bukan tantangan ringan , karena setiap guru dari berbagai daerah mempunyai kelebihan dan juga kekurangan dari berbagai aspek baik pendidikan dan juga asilitas dari sekolah itu sendiri yang nantinya akan menentukan kegiatan pembeljaran isa diterima oleh sisa atau tidak.
Assure model merupakan perancangan yang bisa membantu untuk bagaimana cara merencanakan , mengidentifikasi menentukan tujuan memilih metode dan bahan serta juga evaluasi dan revisi itu sendiri.


1. Analyze the Learner (analisa pebelajar)
Tujuan utama dalam menganalisa termasuk pendidik dapat menemui kebutuhan belajar siswa yang urgen sehingga mereka mampu mendapatkan tingkatan pengetahuan dalam pembelajaran secara maksimal. Analisis pembelajar meliputi tiga faktor kunci dari diri pembelajar yang meliputi sebagai berikut.
1. Generic Characteristic ( Karakteristik umum)
2.    Specific Entry Competencies (Mendiagnosis kemampuan awal pembelajar)
3.    Learning Style (Gaya Belajar)      
Dari data yang kami dapatkan di SMP Al-Mualimin , siswa cenderung tertarik ketika guru menggunakan media IT, selain itu disetip kelas sudah mendukung dengan adanya projector sehingga memudahkan guru dlam menyampaikan materi. Untuk kurikulum mereka masih sama dengan SMA lin, tpi dalam jangka pendek merekan akan mengubah ke kuriulum seperti SMA yang ada di Amerika.
Untuk kemampuan , siswa ada kelas multi lingual dan kels reguler jadi ada perbedaan yang signifikan dari kemampuan siswa itu sendiri. 

      2. State Standard and Objective (Menentukan standar dan juga tujuan) 
Tahap selanjutnya dalam ASSURE model adalah merumuskan tujuan dan standar. Dengan demikian diharapkan peserta didik dapat memperoleh suatu kemampuan dan kompetensi. 

Banyak dari para pengajar di Indonesia yang kurang akan persiapan sebuah RPP, itupun juga kami dapati masalah seperti itu di SMA Al-Mualimin.

3. Select Straitegies , Technology, Medi and Materials. (Memilih strategi teknologi , media dan bahan ajar)

Langkah selanjutnya dalam membuat pembelajaran yang efektif adalah mendukung pemblajaran dengan menggunakan teknologi dan media dalam sistematika pemilihan strategi, teknologi dan media dan bahan ajar (Amanah, 2011).   


4. Utilize Techology, Media and Material ( Memanfaatkan teknologi media dan bahan ajar)

Sebelum memanfaatkan media dan bahan yang ada, sebaiknya  mengikuti langkah-langkah sebagai berikut.
a.       Mengecek bahan (masih layak pakai atau tidak).
Pendidik harus melihat dulu materi sebelum mennyampaikannya dalam kelas dan selama proses pembelajaran pendidik harus 
menentukan materi yang tepat untuk audiens dan memperhatikan tujuannya.
b.      Mempersiapkan bahan.
Pendidik harus mengumpulkan semua materi dan media yang dibutuhkan pendidik dan peserta didik. Pendidik harus menentukan urutan materi dan penggunaan media. Pendidik harus menggunakan media terlebih dahulu untuk memastikan keadaan media.




   5. Require Learner Participation ( Mengembangkan partisipasi peerta didik)
Tujuan utama dari pembelajaran adalah adanya partisipasi siswa terhadap materi  dan media yang kita tampilkan. Seorang guru pada era teknologi sekarang dituntut untuk  memiliki pengalaman dan praktik menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi ketimbang sekedar memahami dan member informasi kepada siswa. Ini sejalan dengan gagasan konstruktivis bahwa belajar merupakan proses mental aktif yang dibangun berdasarkan pengalaman yang autentik, diman para siswa akan menerima umpan balik informatif untuk mencapai tujuan mereka dalam belajar 

6. Evaluate and Revise (mengevaluasi dan Merevisi)

Penilaian dan perbaikan adalah aspek yang sangat mendasar untuk mengembangkan kualitas pembelajaran. Penilaian dan perbaikan dapat berdasarkan dua tahapan sebagai berikut.
1.  Penilaian hasil belajar
a.  Penilaian Hasil Belajar Siswa yang Otentik.
b.  Penilaian Hasil Belajar Portofolio
c.  Penilaian Hasil Belajar yang Tradisional/ Elektronik.
2. Menilai dan memperbaiki strategi, teknologi dan media.
3. Revisi strategi, teknologi dan Media.

Evaluasi berfungsi sebagai umpan balik untuk orang tua, guru, pengembang kurikulum,pengambil kebijakan.

Selasa, 26 Maret 2013


HASIL INTERVIEW MATA KULIAH IT KELAS G


HASIL INTERVIEW MATA KULIAH IT KELAS G
Sumber : Juang Kurniawan,S.Pd
SMP : Al-Mualimin Yogyakarta
1. Khadik Sulisman (10004285) 
2. Dhimas Prasetyo N (10004286)
3. Muhammad Latif W (10004283)


PERTANYAAN

1.              Sudah berapa lama anda mengajar di SMA ini?
2.              Apakah anda enjoy selama mengajar disini?
3.              Seperti yang kita ketahui bahwa anda mengajar bahasa Inggris di sini , kondisinya cukup efektif atau tidak?
4.              Ada berapa jumlah siswa dalam satu kelas?
5.              Apakah perbedaan dari kelas reguler dan multi langual dalam mengajar dirasa cukup menyulitkan bagi anda dalam menentukan strategi pembelajaran?
6.               Apakaih dari semua guru dalam mengajar antara kelas reguler dan juga multi lingual juga berbeda?
7.              Selama anda mengajar bahasa Ingris disini, apakah anda sudah menerapkan beberapa strategi dalam pembelajaran?
8.              Apakah ada perbedaanya dari siswa sendiri dengn menggunakan metode pembelajaran dengan memanfaatkan IT yang biasa saja?
9.              Apakah dari pihak sekolah sendiri sudah menyediakan fasilitas yang menunjang pembelajaran yang efektif?
10.           Apakah dalam penggunaan media teknologi ada kendala yang dihadapi dari bapak sendiri ataupun dari siswanya sendiri?
11.           Bagaimana dengan motifasi siswa, apakah setelah dengan penggunaan media teknologi dalam pembelajaran meningkatkan antusias , motivasi , dan juga ketertarikan bahasa Inggris?
12.           Dari semua pasti ada kelemahan ada kekurangan, ada sisi baik dan juga sisi buruk , kalo sisi baiknya untuk guru sendiri dan juga untuk siswa sendiri itu apa saja?
13.           Kemudian sisi buruknya bagi siswa dan juga guru sendiri itu apa?
14.   Apa yang anda harapkan dikemudian hari?
  (Sebagian pertanyaan )
 JAWABAN
1.              Saya kurang lebih mengajar disini sudah sekitar 5-6 tahun. Terhitung sejak 2007-2006an saya sudah disini.
2.              Selama ini saya sangat enjoy, sangat menikmati mengajar di sini, siswanya sangat enak dan welcome untuk diajak kerjasama. Untuk jenjang SMP minat belajar mereka juga sudah baik, jadi secara tidak langsung akan memudahkan saya dalam mengajar        dengan berbagai metode.
3.              Kondisinya  sejauh ini menurut saya efektif, semuanya baik dari guruny maupun siswaya itu sendiri.
4.              Untuk jumlah siswanya kita bervariasi . Sekolah kami ada 2 macam kelas yakni kelas reguler dan juga kelas multi langual. Untuk reguler rata-rata siswanyan sekitar 40 siswa, sedangkan untuk yang multi lingual ada sekitar 32 siswa.
5.               Ya memang tentunya untuk mengajar kelas reguler dengan multilingual. Sebenarnya tidak begitu menyulitkan bagi saya tapi saya masih merasa kurang dalam mengajarnya, untuk yang reguler misalnya, concern pertama saya dari kelas reguler adalah memberi motifasi , menarik antusias mereka sendiri , karena mereka masih kurang dalam motifasi, jadi saya harus selalu menunjukkan ini lho bahasa inggris, sangat menarik seperti itu. Untuk kelas multilangual sendiri saya rasa tidak menemui kendala berarti, karena mereka sudah memiliki motifasi yang kuat dalam belajar erutama bahasa Inggris.
6.              Tentunya berbeda meskipun perbedaanya antara satu guru dengan yang lain meskipun perbedanya tidak terlalu signifikan.
7.              Tentunya sudah walaupun saya rasa kurang maksimal, saya sudah menerapkan battle game dengan menampilkan video yang itu juga pengaplikasian dari penggunaan media elektronik seperti proyektor  krangnya Mungkin dari saya sendiri kurang  menerapkan dan juga mengembangkannya.
8.               Ada , siswa lebih termotifasi lagi dan juga tentunya akan mengasyikkan. Itu akan menarik antusias siswa itu sendiri.
9.   Sebenarnya pihak sekolah sudah, sekolah sudah menyediakan fasilitas lebih akan tetapi saya masih mengikuti alur pengajaran guruguru senior lain yang banyak secara manual.
10.   Ada, mungkin kendlanya mamanfaatkan media yang ada dengan menghubungkan dengan strategi pembelajaran agar lebih fariatif sehingga siswa tidak merasa bosan dengan mata pelajaran yang saya bawakan.
11.     Ada yng termotifasi ada yang tidak, kalo di kelas multi lingual mungkin sangat mudah untuk itu .
12.      Sisi baik pemanfatan teknologi mungkin akan memudahkan kita (guru)  dalam mengajar dan juga mentransformasikan apa yang ada dalam kita kepada murid kita sendiri. Untuk siswa mungkin bisa menarik antusias mereka juga.
13.           Sisi buruknya bagi saya mungkin harus pandai-pandai mengatur waktu untuk siswa sendiri mungkin mereka akan sering minta untuk menonton film.
14. Mungkin yang saya harapkan nantinya adalah mengembangkan metode-metode pembelajaran agar nantinya bisa menarik minat siswa. dengan memanfaatkan media yang ada .sehingga akan memudahkan kita dalan mengajar nantiya.

(sebagian jawaban yang di dapat dari narasumber)