Jumat, 27 Juni 2014

PBI D Long Last

This is one of some ways of us to show our love to God, to thanks for our life, our wealth, our friendship and for everything in our life. Just because of Allah we still through our days . 

Selasa, 25 Juni 2013

My Lovely Hometown 
Last holiday, i back home, i toke my holiday to visit my Hometown. I was born in small village in Wonosobo . Exactly in Tambimalang Depok Kalibawang. Tambimalang is small village, but I will miss my village when I should stay in Yogyakarta so long. 
   I toke picture with my nephew , and I like it.

To be continued


Kamis, 04 April 2013

HASIL DISKUSI ASSURE MODEL KELAS G KELOMPOK 6

DESAIN PEMBELAJARAN ASSURE MODEL
SMP AL-MUALIMIN YOGYAKARTA

A. DEFINISI ASSURE MODEL
Pada masa sekarang ini guru atau oengajar harus menghadapi tantangan bagaimana mengajar dengan baik, bagaimana mengajar agar siswa tidak bosan, dan yang terpenting adalah bisa diterima oleh siswanya. Tentu ini bukan tantangan ringan , karena setiap guru dari berbagai daerah mempunyai kelebihan dan juga kekurangan dari berbagai aspek baik pendidikan dan juga asilitas dari sekolah itu sendiri yang nantinya akan menentukan kegiatan pembeljaran isa diterima oleh sisa atau tidak.
Assure model merupakan perancangan yang bisa membantu untuk bagaimana cara merencanakan , mengidentifikasi menentukan tujuan memilih metode dan bahan serta juga evaluasi dan revisi itu sendiri.


1. Analyze the Learner (analisa pebelajar)
Tujuan utama dalam menganalisa termasuk pendidik dapat menemui kebutuhan belajar siswa yang urgen sehingga mereka mampu mendapatkan tingkatan pengetahuan dalam pembelajaran secara maksimal. Analisis pembelajar meliputi tiga faktor kunci dari diri pembelajar yang meliputi sebagai berikut.
1. Generic Characteristic ( Karakteristik umum)
2.    Specific Entry Competencies (Mendiagnosis kemampuan awal pembelajar)
3.    Learning Style (Gaya Belajar)      
Dari data yang kami dapatkan di SMP Al-Mualimin , siswa cenderung tertarik ketika guru menggunakan media IT, selain itu disetip kelas sudah mendukung dengan adanya projector sehingga memudahkan guru dlam menyampaikan materi. Untuk kurikulum mereka masih sama dengan SMA lin, tpi dalam jangka pendek merekan akan mengubah ke kuriulum seperti SMA yang ada di Amerika.
Untuk kemampuan , siswa ada kelas multi lingual dan kels reguler jadi ada perbedaan yang signifikan dari kemampuan siswa itu sendiri. 

      2. State Standard and Objective (Menentukan standar dan juga tujuan) 
Tahap selanjutnya dalam ASSURE model adalah merumuskan tujuan dan standar. Dengan demikian diharapkan peserta didik dapat memperoleh suatu kemampuan dan kompetensi. 

Banyak dari para pengajar di Indonesia yang kurang akan persiapan sebuah RPP, itupun juga kami dapati masalah seperti itu di SMA Al-Mualimin.

3. Select Straitegies , Technology, Medi and Materials. (Memilih strategi teknologi , media dan bahan ajar)

Langkah selanjutnya dalam membuat pembelajaran yang efektif adalah mendukung pemblajaran dengan menggunakan teknologi dan media dalam sistematika pemilihan strategi, teknologi dan media dan bahan ajar (Amanah, 2011).   


4. Utilize Techology, Media and Material ( Memanfaatkan teknologi media dan bahan ajar)

Sebelum memanfaatkan media dan bahan yang ada, sebaiknya  mengikuti langkah-langkah sebagai berikut.
a.       Mengecek bahan (masih layak pakai atau tidak).
Pendidik harus melihat dulu materi sebelum mennyampaikannya dalam kelas dan selama proses pembelajaran pendidik harus 
menentukan materi yang tepat untuk audiens dan memperhatikan tujuannya.
b.      Mempersiapkan bahan.
Pendidik harus mengumpulkan semua materi dan media yang dibutuhkan pendidik dan peserta didik. Pendidik harus menentukan urutan materi dan penggunaan media. Pendidik harus menggunakan media terlebih dahulu untuk memastikan keadaan media.




   5. Require Learner Participation ( Mengembangkan partisipasi peerta didik)
Tujuan utama dari pembelajaran adalah adanya partisipasi siswa terhadap materi  dan media yang kita tampilkan. Seorang guru pada era teknologi sekarang dituntut untuk  memiliki pengalaman dan praktik menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi ketimbang sekedar memahami dan member informasi kepada siswa. Ini sejalan dengan gagasan konstruktivis bahwa belajar merupakan proses mental aktif yang dibangun berdasarkan pengalaman yang autentik, diman para siswa akan menerima umpan balik informatif untuk mencapai tujuan mereka dalam belajar 

6. Evaluate and Revise (mengevaluasi dan Merevisi)

Penilaian dan perbaikan adalah aspek yang sangat mendasar untuk mengembangkan kualitas pembelajaran. Penilaian dan perbaikan dapat berdasarkan dua tahapan sebagai berikut.
1.  Penilaian hasil belajar
a.  Penilaian Hasil Belajar Siswa yang Otentik.
b.  Penilaian Hasil Belajar Portofolio
c.  Penilaian Hasil Belajar yang Tradisional/ Elektronik.
2. Menilai dan memperbaiki strategi, teknologi dan media.
3. Revisi strategi, teknologi dan Media.

Evaluasi berfungsi sebagai umpan balik untuk orang tua, guru, pengembang kurikulum,pengambil kebijakan.

Selasa, 26 Maret 2013


HASIL INTERVIEW MATA KULIAH IT KELAS G


HASIL INTERVIEW MATA KULIAH IT KELAS G
Sumber : Juang Kurniawan,S.Pd
SMP : Al-Mualimin Yogyakarta
1. Khadik Sulisman (10004285) 
2. Dhimas Prasetyo N (10004286)
3. Muhammad Latif W (10004283)


PERTANYAAN

1.              Sudah berapa lama anda mengajar di SMA ini?
2.              Apakah anda enjoy selama mengajar disini?
3.              Seperti yang kita ketahui bahwa anda mengajar bahasa Inggris di sini , kondisinya cukup efektif atau tidak?
4.              Ada berapa jumlah siswa dalam satu kelas?
5.              Apakah perbedaan dari kelas reguler dan multi langual dalam mengajar dirasa cukup menyulitkan bagi anda dalam menentukan strategi pembelajaran?
6.               Apakaih dari semua guru dalam mengajar antara kelas reguler dan juga multi lingual juga berbeda?
7.              Selama anda mengajar bahasa Ingris disini, apakah anda sudah menerapkan beberapa strategi dalam pembelajaran?
8.              Apakah ada perbedaanya dari siswa sendiri dengn menggunakan metode pembelajaran dengan memanfaatkan IT yang biasa saja?
9.              Apakah dari pihak sekolah sendiri sudah menyediakan fasilitas yang menunjang pembelajaran yang efektif?
10.           Apakah dalam penggunaan media teknologi ada kendala yang dihadapi dari bapak sendiri ataupun dari siswanya sendiri?
11.           Bagaimana dengan motifasi siswa, apakah setelah dengan penggunaan media teknologi dalam pembelajaran meningkatkan antusias , motivasi , dan juga ketertarikan bahasa Inggris?
12.           Dari semua pasti ada kelemahan ada kekurangan, ada sisi baik dan juga sisi buruk , kalo sisi baiknya untuk guru sendiri dan juga untuk siswa sendiri itu apa saja?
13.           Kemudian sisi buruknya bagi siswa dan juga guru sendiri itu apa?
14.   Apa yang anda harapkan dikemudian hari?
  (Sebagian pertanyaan )
 JAWABAN
1.              Saya kurang lebih mengajar disini sudah sekitar 5-6 tahun. Terhitung sejak 2007-2006an saya sudah disini.
2.              Selama ini saya sangat enjoy, sangat menikmati mengajar di sini, siswanya sangat enak dan welcome untuk diajak kerjasama. Untuk jenjang SMP minat belajar mereka juga sudah baik, jadi secara tidak langsung akan memudahkan saya dalam mengajar        dengan berbagai metode.
3.              Kondisinya  sejauh ini menurut saya efektif, semuanya baik dari guruny maupun siswaya itu sendiri.
4.              Untuk jumlah siswanya kita bervariasi . Sekolah kami ada 2 macam kelas yakni kelas reguler dan juga kelas multi langual. Untuk reguler rata-rata siswanyan sekitar 40 siswa, sedangkan untuk yang multi lingual ada sekitar 32 siswa.
5.               Ya memang tentunya untuk mengajar kelas reguler dengan multilingual. Sebenarnya tidak begitu menyulitkan bagi saya tapi saya masih merasa kurang dalam mengajarnya, untuk yang reguler misalnya, concern pertama saya dari kelas reguler adalah memberi motifasi , menarik antusias mereka sendiri , karena mereka masih kurang dalam motifasi, jadi saya harus selalu menunjukkan ini lho bahasa inggris, sangat menarik seperti itu. Untuk kelas multilangual sendiri saya rasa tidak menemui kendala berarti, karena mereka sudah memiliki motifasi yang kuat dalam belajar erutama bahasa Inggris.
6.              Tentunya berbeda meskipun perbedaanya antara satu guru dengan yang lain meskipun perbedanya tidak terlalu signifikan.
7.              Tentunya sudah walaupun saya rasa kurang maksimal, saya sudah menerapkan battle game dengan menampilkan video yang itu juga pengaplikasian dari penggunaan media elektronik seperti proyektor  krangnya Mungkin dari saya sendiri kurang  menerapkan dan juga mengembangkannya.
8.               Ada , siswa lebih termotifasi lagi dan juga tentunya akan mengasyikkan. Itu akan menarik antusias siswa itu sendiri.
9.   Sebenarnya pihak sekolah sudah, sekolah sudah menyediakan fasilitas lebih akan tetapi saya masih mengikuti alur pengajaran guruguru senior lain yang banyak secara manual.
10.   Ada, mungkin kendlanya mamanfaatkan media yang ada dengan menghubungkan dengan strategi pembelajaran agar lebih fariatif sehingga siswa tidak merasa bosan dengan mata pelajaran yang saya bawakan.
11.     Ada yng termotifasi ada yang tidak, kalo di kelas multi lingual mungkin sangat mudah untuk itu .
12.      Sisi baik pemanfatan teknologi mungkin akan memudahkan kita (guru)  dalam mengajar dan juga mentransformasikan apa yang ada dalam kita kepada murid kita sendiri. Untuk siswa mungkin bisa menarik antusias mereka juga.
13.           Sisi buruknya bagi saya mungkin harus pandai-pandai mengatur waktu untuk siswa sendiri mungkin mereka akan sering minta untuk menonton film.
14. Mungkin yang saya harapkan nantinya adalah mengembangkan metode-metode pembelajaran agar nantinya bisa menarik minat siswa. dengan memanfaatkan media yang ada .sehingga akan memudahkan kita dalan mengajar nantiya.

(sebagian jawaban yang di dapat dari narasumber)

Selasa, 20 November 2012

(Paper) Using Reading Habit to Increase Student’s Ablity in English


Using Reading Habit to Increase Student’s Ablity in English
 Khadik sulisman
 INTRODUCTION
 In global era, English is one of a way to keep our existance. As we know , English is an international languge, which is used by all people arround of the world to communicate or to other purpose. There are many way to increase our ability in English. One of them is by reading. Reading give more advantages for us. By reading we will get many knowledge also. If we related to ability in English, by reading especilly reading English textbook, will increase knowledge and information in English. As we know, reading is not popular habit, especially in Indonesia. In Indonesia reading is not main habit, Indonesian are still in lack in reading. Condition where reading is not in their daily activities, and condition where Indonesian suppose reading is not their necessity. In the reading, If we compare with another country, Indonesian are still left behind in reading habit. We can find in formal occasion for example in a school, student usually to read a book if their teacher ask them to read. They didn’t read book out of school. Lack reading habit give negative effect to the student. Student who lack of reading, especially reading textbook or another English book, they just have minimum ability in English. They will face some dificulties in English learning process. Student just get little information or knowledge. Because they don’t read more. The speaking ability is also impacted by intensity of reading. Student who have more quantity in reading, they will speak or spell word easyly. Reading is done not just in the school , reading should do wherever and whenever. Student who always read text book , they will construct a sentence easyly. They always find the variety of English pattern, and it is usefull to master English. (Jerermy Harmer,2000; 99-98) state that Reading is useful in languae acquisition. That is true, in my opinion by reading, we can acquire more knowledge and new one. By reading we can increase number of vocabulry. ‘ if we do more, we will get more’ , if we read more we will also get more.
 The important thing in this problem, is awereness. Awareness that by reading , especially Reading English textbook will help us. Reading Will bring us in a better condotion. Understanding how important reading habit is, will make student love reding English textbok and also by reading activity it will helps us to remember about something and we will not miss any news. In this article will explain about how to make us love to read, advantage of reading, encourage student to read intensively (to be their habbit). Finally this article is purpused to Indonesian student to make reading as main habit. By this purpose, will encourage student in better thingking, will bring Indonesian student especiallyinto smart thinking. Who have more knowledge. The most important of reading , habit especially readng in English textbook, will increase their ability in English. That is increase our skill in grammar, speaking, and also reading skill. Reading as a Habbit in Indonesia In Indonesia Reading is not most habit by Indonesian. They just read a books if they need some information or if they looking for something. Reading in Indonesia for some people is not become daily actifities. They just spend their time just for chatting, talking with their friends, and also just to watching TV. It is big problem, if them just little number, its not big problem, but if they make them as their activities to fullfill their freetime it is not good . If we compare Indonesian with the other east nation we are still left behind from other. For Example Japan, almost Japanese people like to read. Reading is one of their daily actifivities. By this habbit, or ritual will give good impact to the pepole and also to the nation. As we know, Japan is Nation which creative, productive and also centre of technology. It can’t be separated by their people daily activities who make reading became their daily activities and also priority. Many people in developing countries still struggle with the basic needs such as food, clothes and housing so that they do not have idea or budget for books, even for education. Because of that situation, the culture of reading habit is far from their reach. Even though some of them already have a better living, their thought is still focused on something that is more real, functional, comforting, money- value or something that can improve their prestige like jewelries, hand phones, luxuries housing & cars, expensive toys, etc. Because the culture of reading is not formed yet, the society spend most of their free time for watching TV or chatting. For some family who has realized the important of books and education, it is still hard for them to increase the reading interest and habit of their children because they have to spend more money for buying books that are getting more expensive. Libraries are rare. Even many schools have no libraries. But there are still some ideas to increase children's reading habit in the midst of not ideal condition. If we related to increasing Englis ability, reading English textbooks is good way to do it. In english textbooks normally give good thing to the reader, new thing for the reader. For example if we read English novel or other textbooks, we will get new words, and indirectly if we dont understand what the meaning of the word, we will looking for in dictionary. By read a novel, we directly will get new experience. If we relate between reading and speaking, if the people have more times to read english textbooks they will speak fluantly. The will pronun the word easyly. In Indonesia just some people who like to read English textbooks. They usually like to read Indonesian textbooks, they think that if they read English textbooks they will spent mor time and also it is not interesting activities. The Problem Why Indonesian are Lazy to Read a. Indonesia still lack of representative libraries Library is the important facility to increase interest of reading. If the nation has good, many and also library which has complete collaction of the books it will help the reader. Library also should has fresh, good looking place.good library also should has good books, books which can fascinate student’s or people interest to read books. If we relate to increasing english ability, library should provide good, English textbooks, provide many more English text books which usefull for the people to increase their ability in English. Jeremy Harner (200;110) stated that the Library should have range of different genres(Factual, novel, adaptation of film etc). Good libraray is heterogenous library. It means that library has many genres thet is provided. By this , student will get many option which book will be read. Which English books should read primarly. As we know some school, university or maybe goverment library ar not proper. They just have small place and also thier place is not reorsentative. b. Awareness advantage of reading. Indonesian still stack iin a condition that reading is nit important habbit. They like to play phone, music in their freetime. If some people are aware advantage of reading they will do it. Actually reading give more advantages to the reader. Some people who make reading as ther daily activities will have different thingking with the another people. c. Family environment Family is one of the aspect why reading become a boring activity. Some people who have good family background, they will like to read. For example, when the people still a child, the parents give example to them to read. Parents also should show to their children to read. If the children since a child interested to read, in the future it will be good for them. They will be love to read. To love a reading, need long time. Advantages of reading, especially English textbooks. a. Increase the skill in speaking. Some people who like read, especially reading an English textbooks, they will have more experiances. For example, they will pronun the difficult word easily. People who usually read English textbooks, will get vocabullary, and remember how to pronun it words. They will speak fluently, because they usually pronun much words. If they find difficult word, they will find it word in a dictionary, by this way in the future if the people will say it word, they still remember how to pronun it word. b. Increase the grammar ability. English can’t separate with the grammar. Some people who like to read, they will know or understand the role of the grammar. If they already usually find many more form of sentences, indirectly will help to undertstand the role of grammar. Reading also give understanding to the reader how form of active or passive voice, phrases, clauses and other part of speech. c. Cross cultural understanding. This one of advantages of reading. People who usually read, novel, story from other nation, or an English novel, they will learn culture from the foreign people. They will know , how condition of the society of the other nation. They will know how the other people life in society. By this way, this wil help them to decrease what should be done if they meet the other people from other country. How to increase Interest in Reading Reading habit is not instant ritual. To make reading as a habit, we can use some ways. a. Provide good Library. If we talking about reading, we can’t separate with the place , that is library. Library shoukd give impact to reading. For example in universuty, school, or public, goverment should provide represent library. Good lobrary that is library which has complete collection, has good place and also has interesting concept. Good libraray can catch interest in reading. b. Embed to love reading since a child. To make reading as our habit is not easy. The best way to do it, Parents should embed love read books since child. By this way, they will read books in the next. If they don’t read, they will feel don; comfort. Make reading as daily activities is good way. Patrents should give more money to their child to buy good books. Parents also should show to their child that they love to read. c. The writer should packing interesting book. By this way , it will can catch interest in reading. They will think that the book good to read. The writer should insert the interesting content to make the reader want to read. (this is my paper. . .but not finish yet)... and I will finish this soon

Rabu, 09 Mei 2012

CHILDREN LANGUAGE ACQUISITION A. Basic Concept ( Pengertian Dasar) Definisi Psikolinguistik menurut Lim Kiat Boey, dalam bukunya “Introduction to Linguistic for the Language Teacher” : As its name suggests, psycholinguistic is a field of study that combiness psychology and linguistics. The term itself was coined in 1951 though the study had been going on even in the nineteenth century in the form of the study of language development. (Boey, 1975:103) Berdasarkan kutipan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa psikolinguistik merupakan cabang ilmu linguistik yang memadukan antara psikologi dan linguistik. Psikolinguistik merupakan ilmu yang relatif baru karena cabang ilmu linguistik itu baru dimunculkan pada tahun1951 meskipun studi tersebut sudah berlangsung sejak abad ke-19 dalam bentuk “studi perkembangan bahasa” (language development). Psikolinguistik mempunyai perbedaan dengan ilmu linguistik. Linguistik sering didefinisikan sebagai “the scientific study of language” atau studi ilmiah terhadap bahasa. John B.Carrol (1969:183) menegaskan bahwa studi sistem bahasa dalam bentuk abstrak merupakan ranah,kawasan, atau ruang lingkup ilmu linguistik. Studi tentang bagaimana orang mempergunakan bahasa sebagai sebuah sistem dan mempelajari bahasa sebagai ruang lingkup kajian psikolinguistik. Linguistik umum yang dikenal sebagai general linguistics atau theoritical linguistics membahas : 1) Deskripsi atau pemerian bahasa sebagai sebuah sistem 2) Tentang madzhab(aliran) dan teori-teori linguistik B. Scope (Ruang Lingkup Psikolinguistik) Ruang lingkup psikolinguistik terbagi menjadi 2, yaitu : 1) How people use language as a system Pembahasan tentang bagaimana orang mempergunakan bahasa sebagai sebuah sistem. 2) How people learn a language or how people can acquire a language and use it for communication Bagaimana orang dapat memperoleh bahasa tersebut sehingga dapat digunakan untuk komunikasi. Tidak salah jika ada pendapat yang menyatakan “psycholinguistics basically answer two questions : 1) How language is produced, and 2) How language is acquired or learned.” Ruang lingkup linguistik dapat diperluas menjadi beberapa topik, diantaranya : 1) Bagaimana bahasa itu diterima dan diproduksi oleh pemakai bahasa 2) Bagaimana kerja otak manusia yang berkaitan dengan bahasa 3) Teori pemerolehan bahasa oleh anak (language acquisition theory) 4) Perbedaan antara pemerolehan bahasa oleh anak dan pembelajaran bahasa (the difference between childreen language acquisition and language learning) 5) Interferensi sistem bahasa ibu ke bahasa yang sedang dipelajari (linguistic interference) 6) Perkembangan bahasa (language development) 7) Peran motivasi dalam pembelajaran bahasa (khususnya bahasa asing) Topik tentang bagaimana bahasa diterima dan diproduksi oleh pemakai bahasa dikaitkan dengan teori Noam Chomsky tentang competence (kompetensi atau kemampuan berbahasa) dan performance (penampilan atau pemakaian bahasa dalam situasi nyata). Menurutnya, competence mengacu kepada “rumus-rumus bahasa yang telah dikuasai dan disimpan oleh pemakai bahasa” (the implicit rules of the language stored in the mind of the speaker). Tatabahasa aliran Noam Chomsky disebut Transformational Generative Grammarkarena dia berharap agar rumus bahasa itu dapat mendorong pemakai bahasa untuk memahami dan menciptakan kalimat-kalimat baru. Performance menurut Chomsky adalah aktualisasi/pemakaian rumus-rumus bahasa oleh seorang dalam situasi yang sebenarnya. Jadi, diharapkan agar seseorang dapat berbicara secara benar (accurate) dan lancar (fluent) atau dapat memiliki “good competence and performance.” C. Teori Pemerolehan Bahasa (Language Acquisition Theory) 1) Pendahuluan Pembelajaran bahasa oleh anak-anak kecil (language learning by infants) atau oleh anak prasekolah diberi istilah oleh para linguis sebagai language acquistion(pemerolehan bahasa). Dalam perkembangannya , juga disebut Children Language Acquisition (CLA), artinya pemerolehan bahasa oleh anak. Leonard Bloomfield adalah ahli bahasa ternama di Amerika Serikat yang telah berjasa menjadikan ilmu linguistik sejajar dengan ilmu lain, yaitu bersifat mandiri (autonomus) dan ilmiah (scientific). Bapak Linguistik di Eropa adalah Ferdinand de Saussure karena ia telah berhasil juga membuat ilmu linguistik itu mandiri dan ilmiah. Di Amerika, Bloomfield menjadi terkenal setelah ia mengarang buku Language(1993). Namun, teori Bloomfield berseberangan dengan teori Noam Chomsky karena landasan kebahasaan dan psikologi yang berbeda. Bloomfield memulai kajian kebahasaan itu dariphoneme, sedangkan Noam Chomsky memulai dari sentence. Bloomfield lebih condong ke aliran behavioristik sedangkan Chomsky ke aliran rasionalis. Namun perbedaan itu bagi para praktisi Linguistik dianggap wajar/luwes. Para Applied Linguistik dapat pula menggunakan teori William Stern yang memadukan antara konsep bakat dan ajar. Language Acquisition Theory The Habit Formation Theory The Cognitive Code Learning Theory supported by Bloomfieldians. supported by TG Grammarians. Gambar 1. Teori pemerolehan bahasa oleh anak dapat dibagi 2 : 1) The Habit Formation Theory yang didukung oleh para Linguis aliran Bloomfield 2) The Cognitive Code Learning Theory yang didukung oleh para Linguis aliran Chomsky. Source : Subhan (2003:9-12). 2) The Habbit Formation Theory The Habit Formation Theory (teori pembentukan kebiasaan) menjelaskan bahwa anak kecil itu dapat menguasai bahasa ibu (the mother tongue) atau bahasa pertama (L1) karena adanya faktor pembentukan kebiasaan(habit formation) yang dilakukan oleh orang tua, keluarga, atau lingkungan khususnya ibu. Teori ini sejalan dengan teori empirisme/tabula rasa yang dikemukakan oleh John Lock, yaitu anak kecil diibaratkan seperti kertas putih atau meja lilin putih yang dapat ditulisi,dilukisi, atau dibentuk oleh lingkungan keluarganya. Pembiasaan bertingkah laku termasuk berbahasa oleh keluarganya yang disertai dengan dorongan perasaan cinta akan menumbuhkan iklim yang baik bagi penguasaan bahasa oleh anak. Menurut teori ini, pendidik perlu memberikan stimulus, reward, hadiah atau bentuk lain agar anak termotivasi untuk belajar lebih rajin. Teori ini juga mendorong diberikannya drill (latihan yang terus menerus) agar anak dapat secara otomatis memberikan respon terhadap orang lain. Selain itu, reinforcement (penguatan motivasi,hadiah dan pujian) juga perlu diberikan. 3) The Cognitive-Code Learning Teori yang dikemukakan oleh aliran Noam Chomsky ini mengisyaratkan adanya proses proses pembelajaran bahasa melalui penguasaan code, rules, kaidah atau rumus-rumus bahasa (grammatical rules) melaluI proses kognitif(berfikir) oleh si anak. Anak kecil itu pada hakikatnya sudah dikaruniai oleh Allah berupa Language Acquisition Device (LAD) atau semacam alat untuk menguasai bahasa pertama (L1). Anak kecil juga sudah dapat membuat ‘‘hipotesis” terhadap input bahasa yang datang dari lingkungannya/keluarganya. Bahasa anak kecil pada dasarnya berawal dari tangisan/jeritan(cry). Dengan cara ini, orang tua/orang lain akan menghampiri si bayi dan akan memberikan pertolongan/perlindungan kepadanya. Seiring dengan pertumbuhan fisiknya, anak akan mulai dapat mengucapkan kata-kata seperti “ma”, “pa”, “ibu”, “bapak” dsb. Kembali anak kecil itu membuat hipotesis bahwa bahasanya dapat menjadi perantara untuk memenuhi keinginannya. Selanjutnya, seiring perkembangannya, anak bisa mengucap kata yang lebih panjang seperti, “bapak es”, “ibu oti” dsb. Ternyata bahasanya cukup efektif karena ibunya tanggap dan memujinya, “wah, pintar kamu sudah bisa memanggil ibu—-mau minta roti ya? Atau sang ayah yang datang dan berkata, “manggil bapak ya? —-mau minta es? 4) The Convergence Theory Teori konvergensi merupakan titik perpaduan antara teori bakat (nativism) dan teori ajar/pendidikan (empirism). Teori Nativism berpandangan bahwa perkembangan anak atau keberhasilan anak itu tergantung pada bakat(talent or aptititude) yang dimiliki anak tersebut sejak lahir. Sebagai contoh, banyak seniman besar yang tidak sekolah namun menjadi seniman karena faktor bakat. Noam Chomsky yang menciptakan aliran linguistik “Transformational Generative Grammar” lebih menyukai aliran nativisme karena ia percaya bahwa dengan adanya LAD(Language Acquisition Device), si anak akan dapat belajar bahasa, melakukan eksperimen, membuat hipotesis dan akhirnya dapat menguasai bahasa orang dewasa. Teori empirisme (oleh John Lock) berpandangan bahwa perkembangan anak/keberhasilan si anak ditentukan oleh pendidikan atau pengajaran yang diterima si anak tersebut dari orang tua, lingkungan, dan masyarakat luas. Teori ini banyak dipakai oleh masyarakat di dunia, terbukti bahwa hampir setiap orang tua menyekolahkan anaknya. Teori konvergensi berpandangan bahwa perkembangan anak/keberhasilan anak ditentukan oleh 2 faktor, yaitu bakat dan ajar. Ilustrasinya, banyak orang yang mengaku tidak berbakat menjadi guru,kemudian mereka masuk sekolah keguruan(SPG,PGA,IKIP dsb), sehingga mereka jadi guru sesuai dengan bidangnya. Kalau orang yang tidak berbakat saja dapat didik untuk jadi guru, apalagi mereka yang mempunyai bakat,pasti akan lebih mudah untuk di didik. D. Language Learning Secara umum, language learning (pembelajaran bahasa) dapat diterapkan ke bahasa pertama (L1), bahasa kedua (L2), dan bahasa asing (FL). Dalam ilmu psikolinguistik,bahasa kedua (L2) itu adalah bahasa target atau bahasa yang diajarkan. Kesuksesan belajar bahasa inggris(bahasa asing lainnya) bergantung pada banyak faktor,yaitu : 1) Faktor guru 2) Faktor siswa 3) Faktor materi 4) Faktor fasilitas 5) Faktor lingkungan 6) Faktor metode mengajar dan alat evaluasi 1) Faktor Guru (The Teacher Factor) Merupakan faktor yang paling sentral dalam usaha mendorong ke arah perbaikan mutu pendidikan secara umum. Faktor guru mencakup kompetensi guru dalam menguasai materi bahasa inggris (what to teach), kepiawaian dalam mengajar (how to teach), dan motivasi serta kegigihan guru dalam mengajar. Salah satu pendorong motivasi guru dalam mengajar dan membimbing adalah gaji yang cukup dan nilai ketaqwaan yang tinggi. 2) Faktor Siswa (The Learner Factor) Dalam language learning, guru harus bisa membangkitkan atau mengembangkan unsur faktor siswa seperti : a. IQ (kecerdasan) b. Aptitude (bakat) c. Attitude (sikap) d. Motivation (motivasi/niat) e. Interest (minat) f. Strategy of foreign language learning Pepatah mengatakan “pisau yang tumpul akan menjadi tajam apabila senantiasa diasah.” Pengalaman, pelatihan dan pendidikan dapat meningkatkan kecerdasan seseorang. Ada 3 macam kecerdasan, yaitu IQ (Intellectual Quotient), EQ (Emotional Quotient), dan AQ(Adversity Quotient). Aptitude (bakat) dapat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar bahasa inggris. Namun siswa yang tidak mempunyai bakat dapat pula meraih kesuksesan dengan sayarat ia mengikuti pendidikan dengan tekun dan penuh kesungguhan. Attitude (sikap) memiliki pengaruh terhadap keberhasilan seseorang dalam belajar bahasa inggris. Seseorang yang yang memiliki sikap kurang baik(negatif) akan bahasa inggris, biasanya juga akan membenci guru yang mengajar atau bosan untuk belajar. Motivation (niat) dalam belajar bahasa inggris mempunyai pengaruh kuat dalam menentukan keberhasilan belajar seseorang. Motivation dapat dibagi menjadi 2 : integrative dan instrumental motivation. Dilihat dari asalnya, motivasi juga dibagi menjadi 2, yaitu : internal dan external motivation. Instrumental Integrative Motivation internal external Diagram 2. Motivation can be divided into two groups : 1) Instrumental and integrative motivations 2) Internal and external motivations Interest (minat) dan strategi belajar siswa perlu diperhatikan oleh guru. Guru yang baik mampu membangkitkan faktor internal siswa. Seorang guru bahasa inggris harus faham dan menguasai berbagai metode mengajar serta alat/media pengajaran bahasa inggris dengan baik. Ia juga harus kreatif dalam mengajar sehingga pengfajarannya menarik dan bermakna. E. Interfensi Sistem Bahasa Ibu ke Bahasa Kedua (Linguistic Interfence from L1 to L2) 1) Istilah (Terminology) Karena kuatnya penguasaan bahasa pertama atau bahasa ibu, seorang siswa sering melakukan transfer sistem bahasa ibu ke bahasa yang sedang ia pelajari. MenurutRobert Lado dalam bukunya Linguistics Across Cultures (1957), yang ditransfer oleh siswa tidak hanya sistem bahasanya (yang terdiri dari vocabulary, grammar, dan pronounciation) melainkan juga sistem budaya yang ia miliki. Proses transfer sitem bahasa ini sering disebut interfensi (linguistics interfence) atau interlanguage(Selinker,1972) atau “approximative system” (Nemser,1971) atau “language transfer”(Richard,1975). 2) Interfensi L1 ke L2 Interfensi terjadi karena kuatnya pengaruh bahasa pertama sehingga jika ia berkomunikasi aktif akan menghasilkan kesalahan-kesalahan. Kesalahan berbahasa merupakan daya tarik tersendiri bagi linguis dan guru bahasa. Dalam psikolinguistik, kegiatan antisipasi dibahasa dalam constrative analysis, dan kegiatan terapi dibahasa dalam error analysis yang dilanjutkan ke remidial program. 3) Constrative Analysis Menurut Charles Fries , bahan pengajaran yang baik adalah bahan yang digali dari hasil perbandingan bahasa siswa(bahasa pertama) dan bahasa yang diajarkan(bahasa kedua/target). Perbandingan Kosa Kata Indonesia dan Inggris Mirip Beda 1. Buku-book 1. Jendela-window 2. Gelas-glass 2. Besi-iron 3. Pena-pen 3. Sapi-cow 4. Botol-bottle 4. Tanah-soil, ground 5. Pisau-knife 6. langit-sky 7. garuda-eagle 8. kambing-goat 9. air-water 10. minyak-water 11. hujan-rain 12. rambut-hair 13. lantai-floor 14. payung-umbrella 15. daun-leaf 16. ranting-branch Diagram 3. Sistem kosakata bahasa Indonesia dan bahasa Inggris ternyata lebih banyak perbedaannya. Akibatnya, siswa mengalami kesulitan dan guru harus menambah jam untuk mengajarkannya (termasuk pronounciation dan grammarnya karena mereka juga berbeda). Contranstive analysis dianggap penting untuk diketahui para linguis dan guru karena memiliki daya prediksi terhadap kemungkinan terjadinya kesulitan yang dihadapi para pelajar/mahasiswa dalam mempelajari bahasa asing. Karena sistem bahasa Indonesia dan Inggris memliki banyak perbedaan, selain itu perbedaan sistem budaya juga ikut berpengaruh. 4) Error Analysis (Analisis Kesalahan) Error analysis dianggap memiliki daya akurasi untuk terapi program pendidikan bahasa inggris (bahasa asing). Berdasarkan hasil penelitian, kesalahan yang sering dilakukan oleh pelajar Indonesia dapt diklasifikasikan menjadi 4 macam : 1. Interference (pengaruh sistem L1 ke L2) 2. Overgeneralization (gebyah uyah,teori pukul rata dalam menerapkan rumus). 3. Incomplete mastery of rules (belum sempurnanya pelajar dalam menguasai rumus/grammar) 4. Lack of care (kecerobohan, sembrono, tidak hati-hati) Bentuk kesalahan berbahasa inggris dapat berupa : 1. Kesalahan memaki huruf besar (capitalization) 2. Kesalahan memakai article atau D-item (a ,an ,the ,some ,many , much ,every ,all ,most) 3. Kesalahan ejaan (spelling) 4. Kesalahan menggunakan modals (can, must, may, shall etc) 5. Kesalahan menggunakan adjectives 6. Kesalahan menggunakan tenses 7. Kesalahan menggunakan pola kalimat (sentence patterns). Error analysis dapat juga dipergunakan untuk mengkaji kesalahan Jawa, Sunda dan Indonesia dengan berbagai variasi, misalnya penggunaan preposisi, huruf besar, kalimat pasif, awalan me-, atau yang lain. references : buku Psycholinguistic Prof.Dr.Bustami Subhan, M.S ( Ahmad Dahlan University Lecturer)

khadik sulisman: For me,  many ways to change my life to be better....

khadik sulisman: For me,  many ways to change my life to be better....: For me,  many ways to change my life to be better. Actually I always try to make my life better than before. Just make my parents proud of ...
For me,  many ways to change my life to be better. Actually I always try to make my life better than before. Just make my parents proud of me, which can make my heart si happy. They are everything for my,. 

coba